Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan mikroskop optik dengan benar

Jul 04, 2024

Tinggalkan pesan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan mikroskop optik dengan benar

 

1, Perbaiki masalah instalasi
Sebelum menggunakan mikroskop, pasang terlebih dahulu lensa okuler dan lensa objektif mikroskop. Pemasangan lensa okuler relatif sederhana, namun permasalahan utamanya terletak pada pemasangan lensa objektif. Karena tingginya nilai lensa objektif, jika benang tidak diikat dengan benar selama pemasangan, siswa akan mudah jatuh ke tanah dan menyebabkan kerusakan pada lensa. Oleh karena itu, demi alasan keamanan, ditegaskan agar siswa menggunakan jari telunjuk dan jari tengah kiri untuk menopang lensa objektif saat memasangnya, kemudian menggunakan tangan kanan untuk memasangnya. Dengan cara ini, meskipun tidak dipasang dengan benar, siswa tidak akan terjatuh ke tanah.


2, Penyelarasan masalah cahaya yang benar
Memfokuskan pada cahaya merupakan langkah penting saat menggunakan mikroskop. Beberapa siswa secara acak memutar lensa objektif ke arah lubang cahaya ketika memfokuskan pada cahaya, alih-alih menggunakan lensa pembesaran rendah sesuai kebutuhan. Saat memutar reflektor, saya suka menggunakan satu tangan dan sering menariknya ke bawah. Jadi ketika membimbing siswa, guru harus menekankan penggunaan cermin dengan pembesaran rendah untuk penerangan. Bila cahayanya kuat sebaiknya digunakan bukaan kecil dan cermin datar, sedangkan bila cahaya lemah sebaiknya digunakan bukaan besar dan cermin cekung. Reflektor harus diputar dengan kedua tangan hingga bidang pandang melingkar yang terang dan seragam terlihat. Setelah menyelaraskan cahaya, jangan gerakkan mikroskop dengan santai untuk mencegah cahaya melewati reflektor dan masuk ke lubang cahaya secara akurat.


3, Masalah penggunaan sekrup kuasi fokus dengan benar
Penggunaan sekrup fokus untuk mengatur panjang fokus dan mencari benda dapat dikatakan merupakan langkah penting dalam penggunaan mikroskop, dan juga merupakan langkah yang sulit bagi siswa. Siswa rentan terhadap kesalahan berikut selama proses pengoperasian: pertama, memfokuskan langsung di bawah lensa berdaya tinggi; Yang kedua adalah terlepas dari apakah larasnya naik atau turun, mata selalu menatap ke dalam kacamata untuk melihat bidang pandang; Alasan ketiga adalah nilai kritis jarak benda tidak dipahami. Ketika jarak benda diatur ke 2-3 sentimeter, benda masih ke atas, dan kecepatan putaran sekrup kuasi fokus sangat cepat. Dua jenis kesalahan pertama sering mengakibatkan lensa obyektif bertabrakan dengan dudukannya sehingga merusak dudukan atau lensa, sedangkan jenis kesalahan ketiga sering terjadi di kalangan pelajar saat menggunakan mikroskop. Menyikapi kesalahan di atas, guru harus menekankan kepada siswa bahwa pengaturan panjang fokus harus dilakukan dengan menurunkan perbesaran lensa pembesaran rendah. Pertama, putar sekrup fokus kasar untuk menurunkan laras lensa secara perlahan, dan lensa objektif harus dekat dengan kaca objek, namun hati-hati jangan sampai lensa objektif menyentuh kaca objek. Selama proses ini, mata harus melihat lensa objektif dari samping, kemudian menatap ke dalam lensa objektif dengan mata kiri, dan perlahan-lahan mengatur sekrup fokus kasar ke arah yang berlawanan hingga gambar objek terlihat. Sekaligus jelaskan kepada siswa bahwa jarak obyektif mikroskop umum adalah sekitar 1 sentimeter. Oleh karena itu, jika jarak obyektif sudah melebihi 1 sentimeter namun bayangan benda masih belum terlihat, kemungkinan benda uji tidak berada dalam bidang pandang atau sekrup fokus kasar berputar terlalu cepat. Pada saat ini, penyesuaian harus dilakukan. Pasang posisi film, lalu ulangi langkah diatas. Bila ada objek buram di bidang pandang, Anda perlu menggunakan sekrup penyetel fokus halus. Hanya dengan cara ini Anda dapat mempersempit jangkauan pencarian dan meningkatkan kecepatan menemukan objek dan gambar.


4, Masalah konversi lensa objektif
Setelah menggunakan lensa berdaya rendah dan beralih ke lensa berdaya tinggi, siswa sering kali lebih memilih menggunakan jari mereka untuk memutar lensa objektif secara langsung, karena dianggap lebih menghemat tenaga. Namun, hal ini dapat dengan mudah menyebabkan sumbu optik lensa objektif menyimpang. Alasannya adalah bahan konverter relatif lembut, akurasi tinggi, dan benang mudah kendor karena gaya yang tidak merata. Setelah utas rusak, seluruh konverter akan dihapus. Guru hendaknya membimbing siswa untuk memegang pelat putar bawah konverter dan mengubah lensa objektif.


5, Masalah penggunaan mata dengan benar
Saat mengamati benda di bawah mikroskop, kedua mata harus terbuka secara bersamaan, dan mata kiri harus menatap ke dalam lensa okuler. Namun banyak siswa yang sering gagal mencapai hal ini, lebih memilih menutup mata kanannya dengan tangan atau menutupnya saja, yang tidak memenuhi persyaratan observasi percobaan. Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan kelelahan mata kiri dan tidak dapat mencapai kemampuan mengamati saat menggambar. Sambil menunjukkan permasalahan siswa, guru hendaknya mendemonstrasikan secara detail bahwa mata kiri harus berada sedekat mungkin dengan lensa okuler, dan mata kanan harus berusaha menatap ke dalam bidang pandang. Pelatihan berulang ini akan mencapai persyaratan membuka kedua mata untuk observasi. Sebagai alternatif, Anda dapat melakukan latihan berikut: buka mata, letakkan selembar kertas atau telapak tangan di antara mata, dengan hidung di depan, sehingga mata kiri dan kanan tidak dapat saling memandang dari sisi yang berlawanan. Kemudian, secara sadar melihat ke kiri terlebih dahulu lalu ke kanan, lakukan ini 3-5 kali sehari pada pagi dan sore hari. Anda dapat mempelajarinya dalam waktu kurang dari satu periode bintang.


Kesalahan penggunaan atau pengoperasian mikroskop merupakan fenomena umum dalam eksperimen biologi. Selama kita menganggapnya serius, secara sadar mengoreksinya, mengatasinya, dan menggunakan mikroskop dengan baik dan benar, maka hal itu sangat mungkin dilakukan.

 

3 Video Microscope -

Kirim permintaan