Jelaskan emisivitas termometer inframerah
Emisivitas adalah perbandingan energi radiasi suatu benda nyata dengan energi benda hitam pada suhu yang sama dan kondisi yang sama. Yang disebut kondisi identik mengacu pada kondisi geometris yang sama (luas radiasi emisi, ukuran sudut padat dan arah pengukuran daya radiasi) dan kondisi spektral (rentang spektral untuk mengukur fluks radiasi). Karena adanya korelasi antara emisivitas dan kondisi pengukuran, terdapat beberapa definisi emisivitas.
Emisivitas belahan bumi adalah perbandingan fluks energi radiasi (emisivitas) yang dipancarkan oleh radiator per satuan luas ke dalam ruang belahan bumi dengan emisivitas benda hitam pada suhu yang sama. Ini dibagi menjadi dua jenis: emisivitas total dan emisivitas spektral.
Emisivitas normal
Emisivitas normal adalah emisivitas yang diukur dalam sudut padat kecil dalam arah normal permukaan radiasi. Ini adalah rasio pancaran cahaya dalam arah normal dengan pancaran benda hitam pada suhu yang sama. Karena sistem inframerah mendeteksi energi radiasi dalam sudut padat kecil dalam arah normal permukaan target, emisivitas normal sangatlah penting.
Untuk benda hitam seluruh nilai emisivitasnya sama dengan 1, sedangkan untuk benda sebenarnya seluruh nilai emisivitasnya kurang dari 1. Emisivitas yang kita maksud saat ini adalah emisivitas rata-rata.
Mengenai koreksi emisivitas:
Emisivitas permukaan benda yang berbeda bervariasi, dan untuk memastikan keakuratan pengukuran suhu, koreksi emisivitas umumnya diperlukan. Karena termometer dikalibrasi dengan benda hitam, emisivitas permukaan benda apa pun lebih kecil dibandingkan emisivitas benda hitam.
Cara kalibrasi emisivitas termometer inframerah adalah dengan mengatur faktor amplifikasi penguat sesuai dengan emisivitas benda yang berbeda, sehingga sinyal yang dihasilkan oleh radiasi suatu benda sebenarnya dengan suhu tertentu dalam sistem sama dengan sinyal. dihasilkan oleh benda hitam dengan suhu yang sama. Misalnya, jika emisivitas suatu benda adalah {{0}}.8, faktor amplifikasi penguat perlu ditingkatkan menjadi 1/0.8=1.25 kali lipat dari aslinya. Namun, di lokasi industri, umumnya sulit untuk menentukan parameter emisivitas target karena beragamnya bahan, bentuk, dan kondisi permukaan target pengukuran. Kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh faktor lain dapat menyebabkan perbedaan antara nilai terukur dan nilai sebenarnya. Pengenalan penyesuaian parameter emisivitas dapat secara efektif mengatasi masalah ini tanpa mempengaruhi linearitas pengukuran. Berdasarkan pengalaman suhu atau suhu proses, sesuaikan dengan langkah-langkah berikut:
Misalnya, kisaran termometer adalah 500-1400 derajat
Suhu sebenarnya adalah 1200 derajat, dan suhu yang diukur adalah 1150 derajat,
Pada titik ini, parameter emisivitas dapat disesuaikan menjadi:
(1150-500) ÷ (1200-500)=0.928 ≈ 0.93
