Perbedaan serta kelebihan dan kekurangan antara mikroskop fluoresensi transmisi dan mikroskop fluoresensi refleksi
1. Mikroskop fluoresensi transmisi: Sumber cahaya eksitasi ditransmisikan melalui bahan spesimen melalui kondensor untuk merangsang fluoresensi. Konsentrator medan gelap yang umum digunakan, atau konsentrator biasa, dapat digunakan untuk mengatur reflektor guna mengubah cahaya eksitasi dan cahaya samping ke spesimen. Ini adalah mikroskop fluoresensi yang relatif kuno. Keuntungannya adalah fluoresensi yang kuat pada perbesaran rendah, sedangkan kelemahannya adalah fluoresensinya melemah dengan meningkatnya pembesaran. Oleh karena itu, lebih baik mengamati material spesimen yang lebih besar.
2. Mikroskop fluoresensi sinar jatuh: Ini adalah jenis mikroskop fluoresensi baru yang telah berkembang di zaman modern. Berbeda dengan yang sebelumnya, cahaya eksitasi jatuh dari lensa objektif ke permukaan spesimen, menggunakan lensa objektif yang sama dengan kondensor iluminasi dan lensa objektif untuk mengumpulkan fluoresensi. Pemisah berkas warna ganda perlu ditambahkan ke jalur optik, yang membentuk sudut 45 derajat dengan fotouranium. Cahaya eksitasi dipantulkan ke lensa objektif dan dikumpulkan pada sampel. Fluoresensi yang dihasilkan oleh sampel dan cahaya eksitasi yang dipantulkan dari permukaan lensa objektif dan kaca penutup secara bersamaan memasuki lensa objektif dan kembali ke pemisah berkas warna ganda, memisahkan cahaya eksitasi dan fluoresensi. Cahaya sisa eksitasi kemudian diserap oleh filter pemblokiran. Jika kombinasi berbeda dari filter eksitasi, pemisah berkas warna ganda, dan filter pemblokiran digunakan, keduanya dapat memenuhi kebutuhan produk reaksi fluoresen yang berbeda. Keunggulan mikroskop fluoresen ini adalah penerangan bidang pandang yang seragam, pencitraan yang jernih, dan fluoresensi yang lebih kuat dengan pembesaran yang lebih tinggi.
Keuntungan dan kerugian mikroskop fluoresensi transmisi
Sumber cahaya: Lampu merkuri bertekanan tinggi atau lampu halogen.
Cermin sorotan: Menggunakan sorotan bidang gelap untuk memisahkan eksitasi dan fluoresensi.
Lensa objektif: Semua jenis lensa objektif dapat digunakan.
Spesimen: Spesimen tipis lebih cocok untuk observasi transmisi.
Keuntungan: ① Karena penggunaan kondensor medan gelap, cahaya eksitasi tidak dapat masuk ke lensa objektif, sehingga mudah untuk membentuk latar belakang gelap dan mencapai kontras yang baik, dan lensa objektif apa pun dapat digunakan untuk observasi. ② Saat menggunakan lensa objektif perbesaran rendah, lensa ini lebih terang dibandingkan mikroskop fluoresensi reflektif.
Kerugian: Pusat dan tinggi lampu sorot harus diatur dengan benar, jika tidak, gambar berpendar terang tidak dapat diperoleh. Karena keterbatasan panjang fokus sorotan bidang gelap, slide kaca tebal tidak dapat digunakan. Area iluminasi pada bidang pandang tidak boleh terlalu besar, jika tidak maka dapat menyebabkan warna fluoresensi spesimen fluoresen memudar. Spesimen yang tebal atau buram tidak cocok.
Kelebihan dan kekurangan mikroskop fluoresensi reflektif
Sumber cahaya: Lampu merkuri bertekanan tinggi atau lampu halogen.
Lensa pemfokusan: Karena lensa objektif berfungsi sebagai lensa pemfokusan, maka lensa pemfokusan tidak diperlukan.
Lensa objektif: Lensa objektif yang digunakan harus mampu memancarkan sinar ultraviolet yang cukup dan tidak menghasilkan fluoresensi itu sendiri, tanpa batasan bukaan numerik.
Spesimen: Spesimen tebal dan buram dapat diamati.
Keuntungan: ① Karena lensa objektif juga berfungsi sebagai lampu sorot, maka tidak memerlukan banyak penyesuaian. ② Dengan menggunakan metode iluminasi Kolar, efek bukaan dan bukaan bidang pandang dapat dimanfaatkan. Bukaan numerik lensa objektif tidak dibatasi, dan gambar resolusi tinggi juga dapat diperoleh pada perbesaran tinggi. Spesimen tebal atau buram juga dapat diperoleh diamati, dan slip penutup yang tebal juga dapat digunakan Metode pengamatan lain juga dapat dikombinasikan dengan fluoresensi yang dipantulkan, terutama dengan metode perbedaan fasa dan metode interferensi diferensial transmisi. Hal ini dapat menghindari fenomena pemudaran warna fluoresensi yang tidak perlu.
Kekurangan: Saat menggunakan objektif pembesaran tanah, gambar relatif gelap, sehingga harus digunakan objektif aperture numerik yang tinggi. Sistem filter harus secara efektif memisahkan pendaran eksitasi dan fluoresensi.,
