Berdasarkan prinsip pencitraannya, mikroskop optik dapat dibagi menjadi:
① Mikroskop optik geometris: termasuk mikroskop biologis, mikroskop cahaya jatuh, mikroskop terbalik, mikroskop metalografi, mikroskop medan gelap, dll.
② Mikroskop optik fisik: termasuk mikroskop kontras fasa, mikroskop polarisasi, mikroskop interferensi, mikroskop polarisasi kontras fasa, mikroskop interferensi kontras fasa, mikroskop fluoresensi kontras fasa, dll.
③ Mikroskop konversi informasi: termasuk mikroskop fluoresensi, mikrospektrometer, mikroskop analisis gambar, mikroskop akustik, mikroskop fotografi, mikroskop televisi, dll.
Dengan perkembangan berkelanjutan dari teori dan teknologi mikro optik, bermunculan mikroskop optik jarak dekat yang menembus batas resolusi mikroskop optik tradisional, memperluas perspektif analisis mikroskop optik ke dunia skala nano.
Dalam bidang ilmu material, sejumlah besar bahan atau bahan mentah yang digunakan dalam produksi bahan terdiri dari berbagai macam kristal. Komposisi fase kristal dari berbagai bahan secara langsung mempengaruhi struktur dan sifat-sifatnya; Komposisi fase kristal dan struktur mikro bahan baku yang digunakan dalam produksi juga secara langsung mempengaruhi proses produksi dan kinerja produk. Oleh karena itu, untuk mengevaluasi kinerja dan kualitas berbagai bahan dan bahan bakunya, selain mempertimbangkan komposisi kimianya, juga perlu mempertimbangkan komposisi fase kristal dan struktur mikronya. Yang disebut struktur mikro mengacu pada morfologi, ukuran, distribusi, dan hubungan timbal balik antara fase kristal yang menyusun material.
Penggunaan teknologi analisis mikroskop optik untuk analisis fasa adalah untuk mempelajari komposisi fasa dan struktur mikro bahan dan bahan bakunya, serta mempelajari hubungan antara kondisi proses dan kinerja produk yang membentuk struktur fasa tersebut.






