Pengantar Multimeter Nilai Efektif Sejati
Besaran yang menggambarkan besaran arus bolak-balik antara lain nilai puncak (dan puncak ke puncak), rata-rata, dan efektif, dengan puncak sebagai nilai maksimum; Nilai rata-rata adalah rata-rata nilai relatif arus bolak-balik (yaitu disearahkan) selama periode satu siklus; Nilai efektif disebut juga dengan nilai root mean square (rumus di lantai pertama). Nilai efektif: Arus searah dan arus bolak-balik masing-masing dilewatkan melalui dua perangkat resistif yang identik. Jika keduanya menghasilkan panas yang sama dalam waktu yang sama, maka tegangan dan arus arus searah tersebut diambil sebagai nilai efektif arus bolak-balik tersebut. Jadi umumnya orang mengatakan bahwa besarnya tegangan dan arus mengacu pada nilai efektif kecuali ditentukan lain. Terdapat hubungan tertentu antara ketiganya: rasio nilai efektif terhadap nilai rata-rata disebut faktor bentuk gelombang KF; Rasio nilai puncak terhadap nilai efektif disebut faktor puncak KP. Untuk gelombang sinus, faktor puncak KP=akar 2 (konstan), dan faktor bentuk gelombang KF=2 dikalikan akar 2 (konstan). Dan untuk nilai gelombang non sinus akan berubah. Jelas bahwa masyarakat mengkhawatirkan nilai efektif, namun sulit diukur, dan nilai rata-rata dan puncak mudah diukur. Oleh karena itu, multimeter biasa (termasuk voltmeter, dll) secara tidak langsung mengukur nilai efektif (menurut hubungan gelombang sinus) dengan mengukur nilai rata-rata atau puncak. Jika nilai puncak yang diukur adalah 10V, maka akan ditampilkan sebagai 7,07V (nilai efektif). Kedua jenis tabel ini menampilkan nilai yang valid, namun keduanya mengukur nilai valid yang salah. Tentunya menggunakan tabel jenis ini untuk mengukur gelombang sinus masih relatif akurat, namun mengukur gelombang non sinus salah** Tabel kecil bisa langsung mengukur nilai efektif (ada banyak cara), artinya menampilkan nilai efektif dan mengukur nilai efektif. Oleh karena itu, tabel jenis ini benar, apa pun bentuk gelombang yang diukurnya. Untuk membedakan dua jenis tabel pertama disebut nilai signifikan sebenarnya.
