Metode umum untuk mendeteksi kandungan gula dalam buah-buahan
Buah-buahan sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengonsumsi buah-buahan secara rutin memang bermanfaat bagi kesehatan, dan warna buah-buahan yang berwarna-warni selalu membuat kita betah berlama-lama dan tidak pernah bosan. Namun kandungan gula pada buah-buahan juga sudah kita ketahui. Pertanyaannya adalah seberapa banyak sebenarnya kandungan gula dalam buah-buahan yang menjadi kekhawatiran dan kekhawatiran kita. Apakah kita punya cara untuk menguji kandungan gula di dalamnya?
Pertama, perlu dilakukan analisis komposisi buah. Seperti namanya, sebagian besar atau bahkan 99% buahnya harusnya berupa air, sehingga kandungan padat di dalamnya bisa diabaikan. Dalam proses perhitungannya, buah harus diperlakukan sebagai air gula. Selain itu, karena gula dalam buah-buahan sebagian besar berbentuk glukosa fruktosa, maka kandungan gulanya dapat disamakan dengan padatan terlarut, karena kandungan vitamin dan mineralnya sangat rendah.
Saya membeli empat jenis buah-buahan di supermarket lokal, yaitu: apel, jeruk, pir, dan anggur. Milik buah-buahan manis yang umum dan representatif di utara. Kami menggunakan pengukur gula desktop ATAGO yang ada di laboratorium kami untuk mendeteksi kandungan gulanya.
Ekstraksi jus buah
Mengekstraksi dengan juicer adalah cara yang paling nyaman. Saya menggunakan pisau kecil untuk memotong sepotong buah dari buahnya, menggunakan alat pemeras bawang putih untuk memeras sarinya, memasukkan sari buah ke dalam gelas kimia kecil, dan kemudian menggunakan sedotan Pasteur untuk mengekstrak supernatan sari buah untuk pengujian. Instrumen yang digunakan adalah refraktometer Atago-5000a Abbe, yang perlu dinolkan dan dikalibrasi dengan air bersih dan larutan standar yang disediakan oleh atago sebelum pengujian.
Proses deteksi
Teteskan cairan supernatan ke jendela detektor refraktometer Atago-5000A Abbe, lalu tutup detektor. Instrumen ini memiliki fungsi kontrol suhu otomatis. Saat suhu mencapai 20 derajat Celcius, tekan mulai untuk membaca, dan pembacaan tersebut kira-kira dapat dianggap sebagai kandungan gula dalam buah. Hasil pengujiannya ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
Tabel kadar gula untuk empat jenis buah-buahan
Apel dengan kandungan gula 8,25%.
Oranye 14,06%
Pir 10,39%
Anggur 19,63%
kesimpulan empiris
Dari tabel di atas terlihat bahwa apel memiliki kandungan gula yang lebih rendah, sedangkan anggur memiliki kandungan gula yang paling tinggi, hal ini sesuai dengan pemahaman kita tentang buah-buahan. Jadi pasien diabetes harus mengurangi makan buah yang berair. Apel dan pir merupakan buah yang tergolong sehat dengan kandungan gula yang rendah sehingga cocok dikonsumsi masyarakat umum. Alat analisis dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya banyak sekali, dan selama kita adalah individu yang teliti maka laboratorium dapat kita manfaatkan.
