Kegunaan Multimeter True RMS
1, Tentukan polaritas
Pertama, atur multimeter ke posisi R×1K. Apabila diukur dengan multimeter, jika hambatan antara satu kutub dengan dua kutub lainnya tidak terhingga dan hambatan antara kutub tersebut dengan dua kutub lainnya tetap tidak terhingga setelah probe ditukar, maka ditentukan bahwa kutub tersebut adalah gerbang (G ). Ukur dua kutub yang tersisa dengan multimeter. Jika resistansi yang diukur tidak terbatas, ganti probe dan ukur resistansi yang lebih kecil. Pada pengukuran nilai resistansi yang kecil, ditentukan bahwa probe merah dihubungkan ke kolektor (C); Probe hitam terhubung ke emitor (E).
2, Menilai baik dari buruk
Atur multimeter ke posisi R×10K, sambungkan probe hitam ke kolektor (C) IGBT dan probe merah ke emitor (E) IGBT. Pada titik ini, penunjuk multimeter berada pada angka nol. Sentuh gerbang (G) dan kolektor (C) dengan jari Anda secara bersamaan, dan IGBT akan terpicu untuk bekerja. Penunjuk multimeter akan berayun ke arah resistansi yang lebih rendah dan dapat berhenti menunjukkan posisi tertentu. Kemudian sentuh gerbang (G) dan emitor (E) secara bersamaan dengan jari Anda, dan IGBT diblokir, menyebabkan penunjuk multimeter kembali ke nol. Pada titik ini dapat ditentukan bahwa IGBTnya baik.
3, multimeter penunjuk apa pun dapat digunakan untuk mendeteksi IGBT
Saat menilai kualitas IGBT, pastikan untuk mengatur multimeter ke posisi R × 10K, karena tegangan baterai internal setiap multimeter di bawah posisi R × 1K terlalu rendah, dan IGBT tidak dapat dihidupkan selama pemeriksaan, sehingga membuat tidak mungkin untuk menentukan kualitas IGBT. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi kualitas transistor efek medan daya (P-MOSFET).
Deteksi modul IGBT inverter:
Atur multimeter digital ke mode uji dioda dan uji karakteristik dioda maju dan mundur antara modul IGBT c1 e1, c2 e2, serta antara gerbang G dan e1, e2, untuk menentukan apakah modul IGBT masih utuh.
Mengambil modul enam fase sebagai contoh. Lepaskan kabel fasa U, V, dan W pada sisi beban, gunakan mode uji dioda, sambungkan probe merah ke P (kolektor c1), dan ukur U, V, dan W secara berurutan dengan probe hitam. Multimeter menampilkan nilai maksimum; Balikkan probe, sambungkan probe hitam ke P, dan gunakan probe merah untuk mengukur U, V, dan W. Multimeter menampilkan nilai sekitar 400. Hubungkan probe merah ke N (emitor e2) dan probe hitam untuk mengukur U, V, dan W. Multimeter menampilkan nilai sekitar 400; Hubungkan probe hitam ke P, ukur U, V, dan W dengan probe merah, dan multimeter menampilkan nilai maksimum. Karakteristik maju dan mundur antara setiap fase harus sama. Jika terdapat perbedaan, berarti kinerja modul IGBT menurun dan harus diganti. Ketika modul IGBT rusak, hanya terjadi situasi kerusakan dan korsleting.
Probe merah dan hitam digunakan untuk mengukur karakteristik maju dan mundur antara gerbang G dan emitor E. Jika multimeter mengukur nilai maksimum dua kali, maka dapat ditentukan bahwa gerbang modul IGBT normal. Jika ada tampilan numerik, kinerja gerbang akan menurun dan modul ini harus diganti. Apabila hasil pengujian maju dan mundur bernilai nol, hal ini menunjukkan bahwa salah satu gerbang fasa yang terdeteksi telah rusak dan mengalami hubungan pendek. Apabila gate rusak maka pengatur tegangan yang melindungi gate pada papan sirkuit juga akan rusak dan rusak.
