Prinsip dan tindakan pencegahan penggunaan detektor gas beracun dan berbahaya
Detektor karbon monoksida tidak dapat mendeteksi gas CL2, sehingga sebelum memilih detektor gas beracun, perlu diperjelas jenis gas beracun mana yang akan diuji. Detektor gas beracun dapat dipilih sebagai jenis pompa hisap atau difusi berdasarkan tingkat toksisitasnya. Jika toksisitas gas beracun sangat tinggi dan ada bahaya bagi personel yang masuk, detektor gas beracun hisap pompa harus dipilih. Jika toksisitas gas beracun tidak terlalu tinggi dan dapat terdapat dalam jumlah sedikit, namun penghirupan dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan bahaya, detektor gas beracun tipe difusi dapat dipilih, seperti di tempat yang terdapat karbon monoksida.
Secara umum, untuk detektor gas beracun dan berbahaya, kita perlu menguasai hal-hal berikut:
1. Perhatikan kalibrasi dan pengujian rutin:
Detektor gas beracun dan berbahaya, seperti instrumen analitik dan deteksi lainnya, diukur menggunakan metode perbandingan relatif: pertama, instrumen dikalibrasi dengan gas nol dan gas konsentrasi standar, dan kurva standar disimpan dalam instrumen. Selama pengukuran, instrumen membandingkan sinyal listrik yang dihasilkan oleh konsentrasi gas dengan sinyal listrik konsentrasi standar, dan menghitung nilai konsentrasi gas yang akurat. Oleh karena itu, memusatkan perhatian pada instrumen kapan saja dan mengkalibrasi instrumen secara teratur merupakan tugas penting untuk memastikan pengukuran yang akurat. Perlu dicatat bahwa banyak detektor gas saat ini dapat menggantikan sensor pendeteksinya, namun ini tidak berarti bahwa suatu detektor dapat dilengkapi dengan probe detektor yang berbeda kapan saja. Kapan saja, saat mengganti probe, selain memerlukan waktu aktivasi sensor tertentu, instrumen juga harus dikalibrasi ulang. Selain itu, disarankan untuk melakukan pengujian respons terhadap gas standar yang digunakan di berbagai instrumen sebelum digunakan untuk memastikan bahwa instrumen tersebut benar-benar memainkan peran protektif.
2. Perhatikan rentang pengukuran konsentrasi instrumen deteksi: Semua jenis detektor gas beracun dan berbahaya memiliki rentang deteksi tetap. Hanya ketika pengukuran selesai dalam rentang pengukurannya barulah dapat dijamin. Pastikan instrumen melakukan pengukuran secara akurat. Jika pengukuran dilakukan di luar rentang pengukuran dalam waktu lama, hal ini dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada sensor. Misalnya, jika detektor LEL secara tidak sengaja digunakan di lingkungan yang melebihi 100% LEL, sensor dapat terbakar seluruhnya. Detektor gas beracun, bila digunakan pada konsentrasi tinggi dalam jangka waktu lama, juga dapat menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, jika instrumen tetap mengeluarkan sinyal melebihi batas saat digunakan, rangkaian pengukuran harus segera dimatikan untuk menjamin keamanan sensor.
