Penggunaan mikroskop fluoresensi terbalik yang benar

Jun 13, 2024

Tinggalkan pesan

Penggunaan mikroskop fluoresensi terbalik yang benar

 

Mikroskop fluoresensi terbalik adalah mikroskop multifungsi yang digunakan dalam bidang penelitian ilmu biologi kelas atas. Strukturnya rumit dan mahal. Oleh karena itu, agar mahasiswa pascasarjana kedokteran dapat menguasai dengan benar standar pengoperasian dan penggunaan mikroskop fluoresensi terbalik, guru perlu terlebih dahulu mengajarkan pengetahuan dasar mikroskop fluoresensi terbalik sebelum mendemonstrasikan pengoperasian sebenarnya dari mikroskop fluoresensi terbalik. Mereka harus memperkenalkan struktur, prinsip, fungsi, dan metode penggunaan dasar mikroskop fluoresensi terbalik, dan kemudian mendemonstrasikan fungsi berbeda untuk spesimen berbeda dalam operasi penggunaan tertentu, secara bertahap membuat pengoperasian dan penggunaan mikroskop fluoresensi terbalik menjadi standar untuk mahasiswa pascasarjana kedokteran.


1. Penggunaan observasi visual yang benar. Salah satu fungsi mikroskop fluoresensi terbalik adalah untuk mengamati dalam bidang pandang terang. Prinsip dasarnya adalah mencapai pencitraan dalam latar belakang terang berdasarkan penyerapan cahaya yang berbeda dari setiap bagian spesimen setelah disinari oleh cahaya. Hal ini terutama cocok untuk mengamati sel yang diwarnai atau diwarnai, irisan jaringan, dan spesimen lainnya.


2. Penggunaan observasi diferensial yang benar. Fungsi kedua dari mikroskop fluoresensi terbalik adalah pengamatan perbedaan fasa. Prinsip dasarnya adalah mengubah perbedaan jalur optik dari berbagai bagian sampel menjadi perbedaan amplitudo, dan mengamati melalui objektif perbedaan fasa dengan pelat fase dan lampu sorot dengan bukaan melingkar. Hal ini terutama cocok untuk mengamati sel hidup atau irisan jaringan yang tidak ternoda. Dalam proses pengajaran eksperimental, selain membimbing mahasiswa pascasarjana kedokteran dengan benar untuk mengikuti metode pengoperasian dasar observasi perbedaan fasa, yang lebih penting adalah membimbing mereka untuk memahami dan menguasai spesimen menggunakan observasi perbedaan fasa. Bagi mereka, metode yang paling umum digunakan dalam penelitian ilmiah masa depan adalah pengamatan mikroskopis terhadap sel yang dikultur. Pertama, untuk pemilihan peralatan sel, umumnya disarankan menggunakan piring kultur, piring, dan botol yang terbuat dari bahan kaca dan plastik. Mereka sebagian besar tidak berwarna dan transparan, dan dapat diamati langsung di bawah mikroskop fluoresensi terbalik tanpa perlu mengeluarkan cairan sel atau menjalani perawatan lain. Kedua, pada saat pengamatan mikroskopis, jangan membuka tutup peralatan begitu saja untuk menghindari kontaminasi sel. Terakhir, bagi operator, sarung tangan, masker, dan jas putih harus dipakai tidak hanya untuk melindungi kesehatan mereka sendiri tetapi juga mencegah kontaminasi sel.


3. Penggunaan observasi fluoresensi yang benar. Fungsi ketiga dari mikroskop fluoresensi terbalik adalah pengamatan fluoresensi. Prinsip dasarnya adalah menggunakan cahaya eksitasi untuk merangsang sampel guna menghasilkan fluoresensi, sehingga mencapai observasi bentuk dan posisi sampel. Ini terutama cocok untuk mengamati sampel berlabel fluoresensi. Pengamatan fluoresensi adalah fungsi penting dari mikroskop fluoresensi terbalik, dengan aksesoris mahal dan penggunaan khusus. Agar mahasiswa pascasarjana kedokteran dapat menguasai dengan benar norma pengoperasian observasi fluoresensi, guru tidak hanya mengajari mereka metode pengoperasian dasar, tetapi yang lebih penting, mengajari mereka keunikannya. Pertama, dalam persiapan spesimen, permukaan kaca objek dan kaca penutup harus halus dan ketebalannya harus sesuai (ukuran kaca objek harus antara 0.8mm dan 1.2mm, dan kaca penutup harus berukuran sekitar {{5 }}.17mm); Spesimen harus memiliki ketebalan yang sesuai dan menghindari tumpang tindih sel atau menutupi pengotor; Bahan penyegel harus menggunakan campuran gliserol dan buffer karbonat yang setara (0.5mol/L pH 9.0-9.5). Kedua, sebelum pengamatan fluoresensi, lampu dalam ruangan dan lampu putih mikroskop fluoresensi terbalik harus dimatikan untuk memastikan berada di lingkungan ruangan yang gelap. Terakhir, dalam pengamatan fluoresensi, waktu pengamatan harus dikontrol dengan ketat, umumnya 1-2 jam per waktu, jika tidak, fluoresensi akan membusuk dan hilang; Saat mengatur sumber cahaya, kacamata pelindung harus dipakai untuk menghindari kerusakan akibat sinar UV pada kacamata.


4. Penggunaan pengambilan gambar yang benar. Dalam penelitian ilmiah, mikroskop fluoresensi terbalik tidak hanya diperlukan untuk mencapai banyak pengamatan, tetapi mikroskop fluoresensi terbalik juga dapat menghasilkan pengambilan gambar. Sistem mikroskop fluoresensi terbalik menggabungkan mikroskop optik dengan komputer melalui konversi fotolistrik, memungkinkan tidak hanya pengamatan mikroskopis pada lensa mata, tetapi juga pengamatan, pengeditan, dan penyimpanan gambar dinamis secara real-time di komputer.

 

1 digital microscope -

Kirim permintaan