Keuntungan dan penggunaan termometer inframerah non-kontak
Termometer inframerah non kontak menggunakan teknologi inframerah untuk pengukuran. Selama pengukuran, tidak perlu menyentuh benda yang diukur. Cukup arahkan dan tekan pelatuk untuk mengukur suhu permukaan dengan cepat dan akurat, dan data pengukuran langsung ditampilkan di layar LCD. Termometer inframerah ringan, berukuran kecil, mudah digunakan, dan dapat diandalkan untuk mengukur benda panas, berbahaya, dan benda lain yang sulit dibedakan tanpa mencemari atau merusak benda yang diukur 1. Saat menggunakan termometer inframerah non-kontak untuk mengukur suhu, titik termometer inframerah non-kontak pada objek yang diukur dan tekan tombol. Saat ini, perhatikan perbandingan antara jarak dan luas area pengukuran. Mesin tersebut dilengkapi dengan sinar laser untuk membidik objek yang diukur. 2. Perbandingan jarak benda (D:S) adalah perbandingan jarak terukur dengan luas permukaan benda yang diukur. Bila jarak antara termometer infra merah non kontak dengan benda yang diukur bertambah, maka luas permukaan termometer dan benda yang diukur harus lebih besar. D:S=12:1 3, Rentang observasi harus memastikan bahwa target yang diukur lebih besar dari area pengukuran mesin. Diameter minimum area yang diuji harus minimal 1,5 sentimeter persegi. 4. Emisivitas sebagian besar bahan organik, serta bahan cat atau oksida, adalah {{10}},95 (diatur dalam mesin). Permukaan logam yang halus atau dipoles dapat menyebabkan pengukuran tidak akurat. Untuk mengimbanginya, strip atau cat hitam harus diaplikasikan pada permukaan dan menunggu hingga mencapai suhu yang sama dengan bahan di bawah sebelum mengukur suhu. 5. Tekan sakelar baterai, pasang baterai dengan benar, tekan tombol sakelar untuk menghidupkan, LCD menampilkan simbol baterai, nilai suhu, dan waktu retensi nilai sekitar 7 detik. 6. Pilih jarak yang sesuai berdasarkan ukuran benda yang diukur, sejajarkan dengan benda, tekan tombol sakelar, dan LCD akan menampilkan nilai suhu dan pembacaannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi keakuratan pengukuran termometer inframerah non-kontak: 1. Emisivitas: Emisivitas suatu permukaan benda secara umum adalah 0,95, sedangkan emisivitas bahan lain dapat dilihat pada tabel emisivitas yang dipublikasikan. 2. Bidang pandang: Perbandingan jarak termometer inframerah ke benda yang diukur dengan besar titik cahaya yang diukur. 3. Rasio jarak benda: Pastikan luas benda yang diukur lebih besar dari ukuran titik yang diukur dengan termometer inframerah. Semakin kecil luas benda yang diukur, maka harus semakin dekat dengan karakternya. Prinsip kerja termometer inframerah: Termometer inframerah terdiri dari sistem optik, fotodetektor, penguat sinyal, pemrosesan sinyal, keluaran tampilan, dan analisis data. Sistem optik mengumpulkan energi radiasi infra merah dari target dalam bidang pandangnya, dan energi infra merah dikumpulkan pada fotodetektor dan diubah menjadi sinyal listrik yang sesuai, yang kemudian diubah menjadi nilai suhu target yang diukur.






