Prinsip pengoperasian dan sejarah perkembangan mikroskop optik

Jun 10, 2024

Tinggalkan pesan

Prinsip pengoperasian dan sejarah perkembangan mikroskop optik

 

Mikroskop Optik (OM) adalah instrumen optik yang menggunakan prinsip optik untuk memperbesar dan menggambarkan benda-benda kecil yang tidak dapat dibedakan oleh mata manusia, guna mengekstrak informasi mikrostruktur.


Pada awal abad pertama SM, ditemukan bahwa mengamati benda-benda kecil melalui benda berbentuk bola transparan dapat memperbesar dan menggambarkannya. Belakangan, saya secara bertahap memperoleh pemahaman tentang hukum bahwa permukaan kaca bulat dapat memperbesar dan menggambarkan suatu benda. Pada tahun 1590, produsen kacamata di Belanda dan Italia telah menciptakan alat pembesar yang mirip dengan mikroskop. Sekitar tahun 1610, Galileo dari Italia dan Kepler dari Jerman, saat mempelajari teleskop, mengubah jarak antara objektif dan lensa mata untuk mendapatkan struktur jalur optik mikroskop yang masuk akal. Saat itu, pengrajin optik bergerak di bidang pembuatan, promosi, dan penyempurnaan mikroskop.


Pada pertengahan-17abad ke-20, Robert Hooke dari Inggris dan Lewandowski dari Belanda memberikan kontribusi luar biasa terhadap pengembangan mikroskop. Sekitar tahun 1665, Hooke menambahkan mekanisme pemfokusan kasar dan mikro, sistem pencahayaan, dan meja kerja untuk membawa slide spesimen ke dalam mikroskop. Komponen-komponen ini terus ditingkatkan dan menjadi komponen dasar mikroskop modern.


Antara tahun 1673 dan 1677, Levin Hooke menciptakan mikroskop kaca pembesar berkekuatan tinggi satu komponen, sembilan di antaranya masih bertahan hingga hari ini. Hooke dan Levin Hooke mencapai prestasi luar biasa dalam studi struktur mikro organisme hewan dan tumbuhan menggunakan mikroskop buatan mereka. Pada abad ke-19, kemunculan lensa imersi akromatik berkualitas tinggi sangat meningkatkan kemampuan mikroskop untuk mengamati struktur halus. Pada tahun 1827, Archie adalah orang pertama yang menggunakan lensa imersi. Pada tahun 1870-an, Albert Jerman meletakkan landasan teori klasik untuk pencitraan mikroskopis. Semua ini mendorong pesatnya perkembangan manufaktur mikroskop dan teknologi pengamatan mikroskopis, serta menyediakan alat yang ampuh bagi para ahli biologi dan profesional medis, termasuk Koch dan Pasteur, untuk menemukan bakteri dan mikroorganisme pada paruh kedua abad ke-19.


Seiring dengan perkembangan struktur mikroskop itu sendiri, teknologi pengamatan mikroskopis juga terus berinovasi: mikroskop terpolarisasi muncul pada tahun 1850; Pada tahun 1893, mikroskop interferensi muncul; Pada tahun 1935, fisikawan Belanda Zelnik menciptakan mikroskop fase kontras, dan ia dianugerahi Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1953.


Mikroskop optik klasik hanyalah kombinasi komponen optik dan mekanik presisi, menggunakan mata manusia sebagai penerima untuk mengamati gambar yang diperbesar. Kemudian, perangkat fotografi ditambahkan ke mikroskop, menggunakan film fotosensitif sebagai penerima untuk perekaman dan penyimpanan. Di zaman modern, komponen fotolistrik, kamera televisi, dan penggandeng muatan biasanya digunakan sebagai penerima mikroskop, dikombinasikan dengan mikrokomputer untuk membentuk sistem perolehan dan pemrosesan informasi gambar yang lengkap.


Lensa optik yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lainnya dengan permukaan melengkung dapat memperbesar dan menggambarkan objek, dan mikroskop optik menggunakan prinsip ini untuk memperbesar objek kecil hingga ukuran yang dapat diamati oleh mata manusia. Mikroskop optik modern biasanya menggunakan dua tahap pembesaran, masing-masing dilengkapi dengan lensa objektif dan lensa okuler. Benda yang diamati terletak di depan lensa objektif, dan setelah diperbesar oleh lensa objektif pada tahap pertama, membentuk bayangan nyata terbalik. Kemudian bayangan nyata ini diperbesar oleh lensa mata pada tahap kedua sehingga membentuk bayangan maya. Apa yang dilihat mata manusia adalah bayangan maya. Perbesaran total mikroskop merupakan hasil perkalian perbesaran objektif dan perbesaran lensa okuler. Rasio perbesaran mengacu pada rasio perbesaran dimensi linier, bukan rasio luas.

 

2 Electronic Microscope

Kirim permintaan