Tindakan pencegahan untuk mengukur arus DC dengan multimeter
Rentang arus DC multimeter adalah voltmeter DC multi rentang. Sambungan paralel resistor pembagi tegangan rangkaian tertutup di kepala meteran dapat memperluas jangkauan tegangannya. Rentang tegangan DC multimeter adalah voltmeter DC multi rentang. Menghubungkan resistor pembagi tegangan secara seri dengan kepala meteran dapat memperluas jangkauan tegangannya. Kisaran yang sesuai bervariasi tergantung pada resistor pembagi tegangan. Kepala multimeter merupakan mekanisme pengukuran listrik magneto, yang hanya dapat mengukur daya AC dengan mengubah daya AC menjadi daya DC melalui dioda.
1, Lakukan zeroing mekanis.
2, Pilih gigi rentang yang sesuai.
3, Bila menggunakan multimeter untuk mengukur arus dalam mode arus, multimeter harus dihubungkan secara seri dengan rangkaian yang diukur, karena hanya sambungan seri yang dapat memastikan bahwa arus yang mengalir melalui amperemeter sama dengan arus cabang yang diukur. Saat mengukur, cabang yang diuji harus diputuskan dan probe multimeter merah dan hitam harus dihubungkan secara seri antara dua titik di mana selimut dilepas. Perhatian khusus harus diberikan pada kenyataan bahwa pencatatan arus dapat dihubungkan ke rangkaian sub tes, yang sangat berbahaya dan dapat dengan mudah menyebabkan multimeter terbakar.
4, Perhatikan polaritas listrik yang diukur.
5, Penggunaan skala dan bacaan yang benar.
6, saat memilih mode 2,5A dengan arus DC, probe merah multimeter harus dimasukkan ke dalam soket pengukur 2,5A, dan sakelar jangkauan dapat ditempatkan pada rentang mode arus DC mana pun.
7, jika arus DC yang diukur lebih besar dari 2,5A, kisaran 2,5A dapat diperluas ke kisaran 5A. Caranya sangat sederhana. Pengguna dapat menghubungkan resistor 0.24 ohm antara soket "2,5A" dan soket probe hitam, sehingga roda gigi menjadi roda gigi arus 5A. Resistor 0.24A yang digunakan untuk sambungan harus berupa resistor lilitan kawat minimal 2W. Jika dayanya terlalu rendah, mungkin akan terbakar.
