Pengukuran frekuensi rendah memerlukan pemilihan multimeter yang sesuai
Kebanyakan multimeter modern dapat mengukur sinyal AC dengan frekuensi serendah 20Hz. Namun beberapa aplikasi memerlukan pengukuran sinyal pada frekuensi yang lebih rendah. Untuk melakukan pengukuran tersebut, Anda perlu memilih multimeter yang sesuai dan mengkonfigurasinya dengan tepat. Silakan lihat contoh berikut:
1. Setting filter AC yang benar sangatlah penting. Filter digunakan untuk memperlancar keluaran konverter RMS sebenarnya. Pengaturan yang benar adalah RENDAH bila frekuensinya di bawah 20Hz. Saat menyetel filter RENDAH, pastikan stabilitas multimeter dengan memasukkan penundaan 2 dan 5 detik. Gunakan perintah berikut untuk mengatur filter rendah.
2. Jika Anda mengetahui level sinyal yang diukur, Anda harus mengatur rentang manual untuk membantu mempercepat pengukuran. Waktu stabilisasi yang lebih lama dari setiap pengukuran frekuensi rendah akan memperlambat rentang otomatis secara signifikan.
3. 34401A menggunakan kapasitor pemblokiran DC untuk memblokir konverter ACRMS untuk mengukur sinyal DC. Hal ini memungkinkan multimeter mengukur komponen AC dalam jangkauannya. Saat mengukur sumber dengan impedansi keluaran tinggi, diperlukan waktu yang cukup untuk memastikan stabilitas kapasitor pemblokiran DC. Waktu stabilisasi tidak dipengaruhi oleh frekuensi sinyal AC, namun dipengaruhi oleh perubahan sinyal DC.
Agilent 3458A memiliki tiga metode untuk mengukur tegangan ACRMS; Mode pengambilan sampel sinkronnya dapat mengukur sinyal serendah 1Hz. Untuk mengkonfigurasi multimeter untuk pengukuran frekuensi rendah:
1. Pilih mode pengambilan sampel sinkron:
SETACV: SINKRONISASI
2. Saat menggunakan mode pengambilan sampel sinkron, untuk fungsi ACV dan ACDCV, sinyal input digabungkan DC. Selama fungsi ACV, gunakan metode matematika untuk mengurangi komponen DC dari pembacaan. Hal ini merupakan pertimbangan penting karena gabungan level tegangan AC dan DC dapat menyebabkan kondisi kelebihan beban, meskipun tegangan AC itu sendiri tidak kelebihan beban.
3. Memilih rentang yang tepat dapat mempercepat pengukuran, karena karakteristik rentang otomatis dapat menyebabkan penundaan saat mengukur sinyal frekuensi rendah.
4. Untuk mengambil sampel bentuk gelombang, multimeter perlu menentukan periode sinyal. Gunakan perintah ACBAND untuk menentukan nilai jeda. Jika Anda tidak menggunakan perintah ACBAND, multimeter mungkin berhenti sejenak sebelum bentuk gelombang berulang.
5. Mode pengambilan sampel sinkron memicu sinyal sinkronisasi dengan level tegangan. Namun, noise pada sinyal input dapat menyebabkan pemicuan level yang salah dan mengakibatkan pembacaan yang tidak akurat. Penting untuk memilih level yang dapat menyediakan sumber pemicu yang andal. Misalnya, untuk menghindari puncak gelombang sinus, karena sinyal berubah secara perlahan dan noise dapat dengan mudah menyebabkan pemicuan yang salah.
6. Untuk memperoleh pembacaan, pastikan lingkungan di sekitar Anda 'tenang' secara elektrik dan gunakan kabel uji berpelindung. Aktifkan pemfilteran level dan LFILTERON untuk mengurangi sensitivitas terhadap kebisingan.
