Cara menggunakan multimeter untuk mengukur polaritas thyristor
1. Diskriminasi polaritas
Diskriminasi antara kutub T1 dan G: Gunakan multimeter Rx10 untuk mengukur resistansi positif dan negatif antara masing-masing kutub. Jika ternyata hambatan positif dan negatif antara dua kutub sangat kecil (sekitar 150ll), maka kedua kutub tersebut adalah kutub T1 dan G. Kemudian atur multimeter pada posisi 'f-Rx1' dan ukur hambatan balik kedua kutub ini secara bergantian. Hubungkan probe hitam yang resistansinya lebih kecil ke kutub T1, probe lainnya ke kutub kendali C, dan sisanya ke kutub T2. Thyristor dua arah adalah model MAC97A6/M329, diukur dengan multimeter MF47F. Jika nilai resistansi yang diukur saat menggunakan gigi Rx100 berbeda (sekitar 500ll), maka perlu diperhatikan. Jika mengukur thyristor berdaya tinggi, datanya akan berbeda. Arus kecil tidak dapat dipicu, dan multimeter memerlukan tegangan eksternal (seri) untuk digunakan.
2. Membedakan baik dan buruk serta daya hantar listrik
Bisakah multimeter ditempatkan pada posisi Rxlk untuk mengukur hambatan antara T1 dan T2, G dan T1? Jika resistansinya sangat kecil, berarti thyristor telah rusak. Jika nilai resistansi positif dan negatif yang diukur pada kutub G dan T2 keduanya sangat tinggi (biasanya sekitar beberapa ratus ohm), hal ini menunjukkan bahwa rangkaian telah putus.
Untuk menentukan konduktivitas thyristor, sambungkan probe hitam multimeter ke kutub T1 dan probe merah ke kutub T2. Menggunakan baterai kering sebagai sumber listrik pemicu (atau menggunakan multimeter Rx1 lain sebagai penggantinya), jarum meteran akan berada dalam keadaan konduktif, dan baterai kering akan tetap dalam keadaan konduktif setelah ditinggalkan. Inilah kemampuan komponen konduktif untuk membedakan T1 dan T2. Prinsipnya sangat sederhana. Hubungkan T1 ke kutub positif baterai, dan tegangan pemicu terbentuk pada kutub negatif baterai kering palsu G. Jalur arusnya adalah: dari baterai kering sepuluh baterai T1 hingga seribu G, jalur arus terbentuk dan dipicu. Pada saat ini multimeter juga berfungsi sebagai sumber listrik. Probe negatif+- T1- T2 dan probe positif+- T2 membentuk jalur dari T1 ke T2.
Kinerja konduktivitas dari T2 ke T1 memiliki polaritas yang berlawanan, dan metode yang sama digunakan untuk diskriminasi.
Pengalaman menunjukkan bahwa model thyristor yang berbeda menggunakan multimeter dengan posisi gigi berbeda, dan nilai resistansi yang diukur juga berbeda. Misalnya, saat menggunakan gigi Rx100, sulit untuk mendeteksi nilai resistansi yang lebih kecil, namun beralih ke gigi Rx10 membuatnya lebih mudah untuk dideteksi. Nilai resistansi yang diukur sangat bervariasi tergantung pada jenis thyristor. Misalnya, saat mengukur thyristor searah MCR100, menggunakan rentang resistansi Rx1-R × 1k multimeter untuk mengukur secara bergantian hanya dapat menghasilkan satu nilai resistansi yang lebih kecil (tanpa nilai resistansi kedua yang lebih besar); Misalnya saat mengukur thyristor searah FD315M, saat menggunakan probe positif dan negatif secara bergantian, terdapat dua nilai resistansi saat menggunakan Rx100 atau RXlk untuk pengukuran, namun tidak mudah untuk menemukan mana yang lebih kecil. Jika menggunakan roda gigi Rx1 atau Rx10 untuk pengukuran, akan lebih mudah mencari nilai resistansi yang lebih kecil. Gunakan probe hitam untuk menentukan kutub G dan probe merah untuk menentukan kutub K, yang lebih mudah ditemukan. Oleh karena itu, penting untuk tidak menggunakan selongsong yang kaku.





