Cara menggunakan amperemeter penjepit untuk mengetahui kerusakan motor

Sep 12, 2024

Tinggalkan pesan

Cara menggunakan amperemeter penjepit untuk mengetahui kerusakan motor

 

Contoh 1: Mesin penghancur mineral dengan motor 15kW. Setelah perbaikan besar, motor beroperasi normal tanpa beban, tetapi tidak dapat membawa beban. Saat beban ditambah, motor tersandung karena kelebihan beban. Setelah diperiksa, mesin dan catu daya normal. Resistansi DC terukur dari kumparan motor masing-masing adalah 2,4, 3,2, dan 2,4. Arus tanpa beban tiga fasa yang diukur dengan ammeter penjepit masing-masing adalah 9A, 5A, dan 8,8A. Dapat dipastikan terdapat gangguan pada kumparan motor. Lepaskan penutup ujung motor, dan ujung kawat belitan satu fasa dalam penemuan ini telah dilonggarkan, menyebabkan solder meleleh. Motornya berliku ganda, yang satu terputus dan yang lainnya masih tersambung, sehingga menghasilkan torsi yang rendah dan hanya dapat berputar tanpa beban, tetapi tidak dapat membawa beban.


Contoh 2: Ada motor dengan daya pengenal 13 kW. Kumparan digulung ulang dan diuji. Saat motor berjalan tanpa beban, kecepatannya normal. Namun pada saat diberi beban, kecepatan motor menjadi sangat lambat bahkan tidak berputar. Tegangan catu daya yang diukur dan resistansi setiap fasa adalah normal. Arus tanpa beban tiga fasa pada dasarnya seimbang bila diukur dengan meteran penjepit, tetapi nilai arusnya terlalu kecil. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa sambungan belitan salah. Membuka tutup ujung, diketahui bahwa motor dengan metode sambungan △ salah disambungkan ke metode sambungan Y, sehingga menghasilkan torsi pengoperasian normal yang lebih kecil dan ketidakmampuan memikul beban. Karena torsi metode sambungan Y adalah sepertiga dari metode sambungan △.


Contoh 3: Peralatan mesin tertentu menggunakan motor berkekuatan 4kW. Setelah disambungkan ke catu daya, motor tidak berputar dan hanya mengeluarkan suara mendengung. Lepaskan kabel motor, ukur apakah ada listrik di sisi catu daya, tegangan tiga fasa normal, resistansi DC belitan seimbang, insulasi memenuhi syarat, dan mesin berputar dengan lancar. Ukur arus tanpa beban dengan amperemeter penjepit pada kabel motor di bawah sakelar, dan efeknya adalah ada arus di kedua fasa dan tidak ada arus di satu fasa. Perjelas bahwa ada hambatan pada kabel di dalam saluran. Saat mencabut kawat di dalam pipa baja, ditemukan ada bagian kawat yang putus seluruhnya, seperti dua ujung jarum saling berhadapan, dengan bubuk putih teroksidasi di ujung kawat. Hal ini disebabkan tegangan yang berlebihan pada saat memasang benang pada tabung sehingga menyebabkan kawat meregang dan meregang, mengakibatkan pemanasan dan oksidasi arus yang melewati rangkaian permanen pada titik yang seolah-olah tidak terputus. Pada saat ini, tegangan masih dapat diukur pada kepala kawat, tetapi arus tidak dapat melewatinya.

 

2 Amber meter

Kirim permintaan