Cara menentukan resolusi optik dan pemrosesan sinyal termometer inframerah genggam
Tentukan resolusi optik
Resolusi optik ditentukan oleh perbandingan D terhadap S, yaitu perbandingan jarak D antara termometer dan target dengan diameter S titik pengukuran. Misalnya, termometer inframerah genggam Ti213 di era inframerah memiliki koefisien jarak 80:1. Jika jaraknya 80 sentimeter dari target, diameter rentang pengukuran adalah 1 sentimeter. Jika termometer harus dipasang jauh dari target karena kondisi lingkungan dan kebutuhan untuk mengukur target kecil, termometer resolusi optik tinggi harus dipilih. Semakin tinggi resolusi optik, yaitu meningkatkan rasio D:S, semakin tinggi biaya termometer.
Fungsi pemrosesan sinyal:
Mengingat proses diskrit (seperti produksi bagian) berbeda dari proses berkelanjutan, termometer inframerah harus memiliki beberapa fungsi pemrosesan sinyal (seperti penahan puncak, penahan lembah, dan rata-rata) yang dapat dipilih. Misalnya, saat mengukur botol pada ban berjalan, penahan puncak digunakan, dan sinyal keluaran suhu dikirim ke pengontrol. Jika tidak, termometer akan membaca nilai suhu terendah di antara botol-botol tersebut. Jika digunakan penahan puncak, atur waktu respons termometer menjadi sedikit lebih lama daripada interval waktu antar botol, sehingga setidaknya satu botol selalu diukur.
Pertimbangan utama saat memilih termometer inframerah adalah
(1) Kisaran suhu: Setiap model termometer memiliki rentang pengukuran suhu spesifiknya. Kisaran suhu instrumen yang dipilih harus sesuai dengan kisaran suhu aplikasi spesifik.
(2) Ukuran target: Saat mengukur suhu, target yang diukur harus lebih besar dari bidang pandang termometer, jika tidak, mungkin ada kesalahan pengukuran. Disarankan agar ukuran target yang diukur melebihi 50% bidang pandang termometer.
(3) Resolusi optik (D: S): Rasio diameter probe termometer dengan diameter target. Jika termometer jauh dari target dan targetnya kecil, sebaiknya pilih termometer resolusi tinggi.
